Metoda Asnaf Shodaqoh

Al Alamul Iman : Metoda Asnaf Shodaqoh
Bismillahirrahmanirrahiim
  • Siapa yang ingin Hutangnya Cepat Selesai? Mari Berinfaq!
  • Siapa yang ingin usaha maju mendapat keuntungan yang berlipat-lipat? Mari Berinfaq!
  • Siapa yang ingin penyakit segera sembuh? Mari Berinfaq!
  • Siapa yang ingin cepet dapet jodoh? Mari Berinfaq!
  • Siapa yang ingin urusannya dimudahkan? Mari Berinfaq!
  • Siapa yang ingin ujiannya lulus? Mari Berinfaq!

Apa yang dimaksud dengan Asnap? Asnap adalah pihak pihak yang berhak menerima zakat/shadaqoh (QS At-Taubah : 60), banyak orang yang salah memamahi mengenai Asnap ini oleh karena itu perlu diketahu dulu Dasar Hukum : Quran Surat Al-An`am ayat 160

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰٓ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).





Shodaqoh
Siapa sih yang tidak ingin kehidupannya bahagia dunia khirat dan mendapat Rahmat Alloh SWT serta Syafaatnya Rosululloh saw, tentunya Pasti Mau?
Mari Berinfaq!
Mari BerShodaqoh!

Metoda Asnap ini sering diamalkan oleh sebagian orang yang ingin dipermudah jalan rezekinya, karena tidak sedikit manusia didunia ini menggadaikan Aqidahnya demi uang ada yang pindah agama, musyrik, Korupsi dan Mencuri. hal ini yang dilarang oleh Agama manapun berasnap adalah diantaranya menjadikan dirikita Rahmatan lil"alamin, karena jika ibadah Aurod/Dzikir dilakukan untuk pribadi maka asnap itu diperuntukan untuk sesama manusia adapun feedbeck dari asnap ini adalah sudah Alloh terangkan diantaranya pada surat Al-an'am.  Oleh karena itu Alloh SWT lewat Surat Al-An`am ayat 160 menjelaskan bahwa ada jalan terbaik meraih kesuksesan dengan shodaqoh/Kebaikan dengan balasan 1:10x Lipat Oleh karena itu dengan dasar Keyakinan terhadap Alloh SWT melalui firmanNya dan Sabda Nabi Muhammad saw, bahwa metoda Shodaqoh ini sering kita sebut shodaqoh Asnap dimana Siapa yang Shodaqoh karena Alloh SWT maka akan Alloh SWT ganti 10x lipatnya. hal ini telah terbukti oleh orang orang yang mengalami kesulitan dan ada yang untuk membantu mendorong karir dan Perusahaannya serta mendapat  tambahan rezeki yang tidak disangka sangka, metoda ini sangat efektif karena insya Alloh bisa memberantas kemiskinan dan dalil yang lainnya yang akan di jelaskan dibawah ini. 

Contoh Pertama : Jika kita Mempunyai Hutang Piutang 100 juta maka kita ber Asnap 10 juta. Uang Yang 10 juta ini akan di proses selama seminggu atau lebih tergantung bacaan khusus di selesaikan dengan do'a khusus Asnap dan Setelah itu uang akan dibagikan kembali kepada yang berhak menerima Asnap tersebut yang kita bagikan adalah 5 asnap yang membagikan adalah bukan kami tapi yang ber asnap tersebut dan bagi pengasnap hanya diperlukan kesholehannya (perintah Allahnya dijalankan). Tunggulah perubahan pada diri pribadi dan usaha kita dan Allah akan segera membayarkan dan mengijabah Do'a kita. 

Contoh Kedua : Jika Kita Buka Usaha dengan Modal 100 Juta maka Sisihkan untuk ber Asnap 10 juta untuk mendorong keuntungan anda menjadi berlipat dalam jangka waktu cepat modal anda sudah kembali dan begitu seterusnya.

Contoh Ketiga : Jika Kita Kesulitan Bisa dengan ber-Asnap maka bisa melakukan secara berjamaah yang disantunkan setiap minggu pada hari jum'at, anda tinggal daftarkan diri anda menjadi pengasnap rutin mingguan besarnya nilai asnap adalah tidak ditentukan sesuai dengan kemampuan pada minggu tersebut dengan ikhlas.
caranya : anda transfer dana anda melalui rekening di samping dan konfirmasi ke nomor Hp: 0858 7114 8555 Formatnya : Sertakan Nama ,Daerah Asal dan Jumlah Nilai Asnapnya.
Berikut ini daftar penerima asnap minggunan Klik disini

Kenapa Asnap sebagai pilihan alternatif karena Firman Allah SWT:

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” 
(QS. Al Baqarah: 245)

5 pihak yang berhak menerima Shadaqoh Asnap
  1. orang fakir & miskin
  2. Orang Yang Cacat, Pengemis (musyafir)
  3. Anak Yatim Piatu
  4. Kedua Orangtua dan dan kedua Mertua
  5. Guru yang Memberi Ilmu , Fukoha, Mufasirin
Melaksanakan Sunnahnya di Tingkatkan: 
1. Shalat Sunnah Duha 4 Rakaat Siang
2. Shalat Sunnah Hajat 4 Rakaat Malam

Berikut ini daftar nama-nama penerima Asnap Shodaqoh Setiap Minggunya Klik disini Perbedaan Infaq dan Shodaqoh.

Secara makna, infaq dan shodaqoh adalah sama. karena kedua-duanya sama-sama digunakan untuk amalan wajib dan sunnah. Allah berfirman :

وَلَا يُنْفِقُونَ نَفَقَةً صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً وَلَا يَقْطَعُونَ وَادِيًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya : "dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. " (QS At-Taubah : 121)

Allah juga berfiman :

وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً

Artinya : "Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan." (QS An-Nisa' : 4)

Pada dua ayat diatas, Allah menyebut kedua-duanya untuk amalan wajib dan sunnah.
  • Pihak yang berhak menerima sedekah/infaq.
  • Pertama : yang paling berhak adalah keluarga (istri dan anak-anak). Allah berfirman :


وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Artinya : "Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf." 
(QS Al-Baqoroh : 233)

Juga firman-Nya :

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Artinya : "(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. " 
(QS Al-Baqoroh : 3)

Jumhur (kebanyakan) ulama mengatakan dalam hal nafkah : nafkah disini meliputi nafkah wajib kepada keluarga, anak-anak dan kerabat-kerabat serta meliputi shodaqoh mustahabbah (sunnah). (Sumber Tafsir Al-Mannar)

Sabda Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- pada haji wada' :

اتقوا الله في النساء، فإنهن عوان عندكم، أخذتموهن بأمانة الله ، واستحللتم فروجهن بكلمة الله ، ولهن عليكم رزقهن وكسوتهن بالمعروف

Artinya : "bertakwalah kepada Allah pada istri-istri kalian. karena sesungguhnya mereka berada dalam tanggungan kalian. kalian telah mengambil mereka dengan (sebagai) amanah dari Allah, dan kalian telah halalkan mereka untuk kalian dengan nama Allah. dan hak mereka atas kalian adalah nafkah sandang pangan dengan cara yang baik." 
(HR Muslim dan Abu Daud)

  • Kedua : keluarga termasuk ayah dan ibu.
Sebagaimana firman Allah :


الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Artinya : "(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. " 
(QS Al-Baqoroh : 3)

  • Ketiga : kerabat-kerabat yang tidak mampu. sesuai tafsir ayat diatas. karena setiap orang menanggung dan diwajibkan atas nafkah keluarganya dan yang paling dekat dan terdekat.

8 Asnaf (pihak) penerima zakat.

Allah berfirman :
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya : "Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." 
(QS At-Taubah : 60)

Allah menentukan 8 pihak yang berhak menerima zakat. 
  1. orang fakir
  2. miskin
  3. pengurus zakat
  4. mu'allaf
  5. untuk memerdekakan budak
  6. yang berhutang
  7. untuk yang dijalan Allah 
  8. yang bepergian yang kehabisan bekal.

akan tetapi makna dari orang fakir dan yang lainnya sendiri adalah umum yang meliputi orang fakir dari keluarga dan kerabat, dan orang fakir dari luar keluarga. begitu juga seterusnya. maka orang fakir dari orang-orang terdekatlah yang diutamakan dari pada orang lain. bagaimana mungkin seseorang mengurus orang lain sedangkan keluarganya tidak diurus sama sekali?!

Maka ulama sepakat, bahwa paling dekat diutamakan. dan yang paling dekat bagi seorang adalah istri dan anak-anaknya, ayah dan ibu, serta saudara-saudara yang paling dekat dan terdekat.

  • Menyisihkan sebagian penghasilan untuk orang tua.

Ketika anda menyisihkan sebagian penghasilan anda untuk ayah ibu anda, maka anda telah melaksanakan shodaqoh wajib, karena setelah anda menikah anda juga memiliki tanggungan atas orang tua anda (lihat perkataan jumhur ulama tentang nafkah wajib diatas).

  • Yang paling dekat kemudian yang terdekat.
Ketika anda mempunyai saudara yang membutuhkan bantuan anda, sedangkan anda mampu, akan tetapi anda tidak membantunya malah membantu orang jauh, maka sebaiknya anda memprioritaskan orang-orang terdekat terlebih dahulu dari pada yang lainnya (lihat penjelasan tentang 8 pihak yang berhak menerima zakat diatas).

Bagi Saudara(i) sekalian yang ingin mengikuti Asnaf ini maka Silahkan Hubungi Kami Pada Nomor Kontak yang telah kami sediakan di Samping 
Kami Hanya membantu Melaksanakan Tugas Alloh SWT lewat Blog ini, mudah mudahan segala sesuatunya cepat terkabulkan. Kepastian adalah milik Alloh SWT jadi Yakinlah! Yakin! Yakin! Yakin! Yakin! Yakin! Yakin!

KEUNTUNGAN BERSEDEKAH SETIAP HARI
“Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat.

Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”,
sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)”
(HR Bukhary 5/270)

Dari Abu Hurairah r.a: “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi s.a.w. lalu berkata: “Ya Rasulullah, sedekah manakah yang teragung pahalanya?” Rasulullah s.a.w. bersabda:
“jikalau engkau bersedekah, sedangkan engkau itu masih sehat, dan sebenarnya engkau merasa sayang mengeluarkan sedekah itu, karena takut menjadi fakir dan engkau amat mengharap-harapkan untuk menjadi kaya. Tetapi janganlah engkau menunda-nunda, sehingga apabila nyawamu telah sampai di kerongkong lalu berkata: “Untuk si Fulan itu, yang ini dan untuk si Fulan ini, yang itu, sedangkan orang yang engkau maksudkan itu telah memiliki apa yang hendak kau berikan.” 
(Muttafaq ‘alaih)


BERSEDEKAH tidak perlu menunggu harta cukup nishab atau menunggu banyak harta.

Dianjurkan untuk senantiasa bersedekah dalam kondisi apapun. Sebagaimana Firman Allah Swt yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan/menyedekahkan (hartanya), baik di waktu lapang (banyak rizki) maupun sempit (tidak banyak rizki), dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” 
(QS. Al-Imron (3): 134)

Sahabat Ali bin Abi Thalib dalam sebuah riwayat ketika memiliki empat dirham. Ia menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.

”Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (kesuksesan).” 
(QS. Al-Lail (92): 5-7)

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” 
(QS. Al Baqarah: 245)

Siapakah yang dapat memberi keuntungan 700 kali lipat?

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Allah berfiman : "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." 
(QS. 2 : 261)

Harta tidak akan pernah bisa mempertahankan kehidupan di muka bumi. Sehebat apapun usaha manusia untuk memperpanjang hidupnya, kematian pasti akan tiba pada saat yang telah ditentukan. Sebelum menyesal, masih ada kesempatan untuk membuat harta kita menjadi abadi. 
Caranya: transferlah harta anda ke akhirat. Salurkan kekayaan anda melalui lembaga-lembaga sosial yang membantu fakir miskin dan anak yatim, lebih dari itu wakafkan harta anda untuk pelayanan sosial seperti masjid, sekolah pendidikan agama dan rumah sakit. Dari sini harta anda akan bergerak mencarikan pahala untuk anda. Dari sini kecapean yang selama ini anda lakukan tidak akan menjadi sia-sia. Anda kelak ditunggu oleh harta anda di surga. 

Mari turut berpartisipasi memproduksi berjuta kebaikan, Jangan puas hanya melaksanakan yang wajib. Shalat Fardhu jangan dilalaikan, lengkapi dengan shalat sunnah, ada shalat rawatib, shalat malam, shalat dhuha dan lainnya. Puasa Romadhan kita laksanakannya, puasa sunnah kita kerjakan semampu kita, ada puasa 6 hari di bulan syawal, puasa 3 hari setiap bulan, puasa senin dan kamis, dll. Bersihkan harta dengan mengeluarkan zakat, tumbuh suburkan harta anda agar lebih berkah dan semakin berkembang sehingga dapat memberikan manfaat lebih banyak dengan menginfaqkannya di jalan Allah niscaya Allah akan ganti dengan yang lebih baik, jika di dunia belum ada ganti di akhirat kita menyesal, mengapa tidak menginfaqkannya lebih banyak lagi.

Keyakinan inilah yang membuat orang menjadi Sukses dan Berhasil dalam Kehidupannya, dengan mengikuti Ajaran Al-Quran dan Sunnah Rosul saw.
Segeralah Melakukannya bagi siapa saja semampunya dulu, karena menunda-nunda kewajiban itu adalah Dosa.  Semoga permasalahnan kita menjadi sebuah Solusi menuju Kesuksesan dalam Kehidupan Dunia dan Akhirat. amin



Sebelum Melaksanakan Terlebih dahulu untuk di Izajahkan dan Penjelasannya lebih Lanjut Silahkan Hubungi sms/Tlp. 0858 7114 8555 (Ustadz Aang)